Dulu semua terjalin begitu indah..
Dari pengenalan menjadi pendekatan..
Dari percobaan menjadi keseriusan...
Awalnya tak mau memikirkan logika
Yang terpenting cinta telah bicara..
Tak peduli bagaimana akhirnya..
Waktupun merayap pasti..
Kebersamaan membuat kasih yang begitu dalam..
Sangat indah dan tak mungkin dilupakan...
Perbedaanpun di abaikan..
Pertentangan menjadi penghalang
Semua hancur..
Aku menangis dalam perihku..
Cinta terbesarku harus kukorbankan..
Entah demi siapa..??
Demi keluarga atau agama
Perbedaan yang tak bisa disatukan
Membuat aku dan dia terluka
sama-sama terluka..
Mengumpulkan puing-puing perjalanan cinta
Sesak dadaku mengenangnya..
Siapa yang bisa disalahkan..
Waktu yang telah mempertemukan
Ataukah aku yang tak mengindahkan logika
Aku mencintainya..
Tulus tanpa syarat apa-apa
Sedetikpun aku tak mampu bergeming
Cintaku begitu besar..
Cinta terbesar yang terjalin dalam sebuah perbedaan
Tuhan..aku cinta dia..
Haramkah kika aku mencintainya
Salahkah jika aku menyayangnya..
semuapun harus kulepaskan..
Termasuk dia..
Cintaku dan cintanya..
Tertulis hanya dalam sebuah cerita
Bukan pengukuhan dalam satu ikatan..
Berjalan sendiri
Tapi hati saling memiliki..
Kulepaskan dia...
Semoga cintaku selalu menjaganya..
Bookmark and Share
Label: puisi
Setiap kepergianmu
membawa sebagian diriku
setiap kepergianmu
membirukan kerinduanku
setiap kepergianmu
menyesakkan isakku
setiap kepergianmu
menyisakan asaku
setiap kepergianmu
setia aku menunggu
*
Don't tell me goodnight
It makes me feel so empty inside
And if only I could
I wouldn't sleep at all
Don't tell me goodnight
Just let me drift off slowly away
And dream of you
setiap kepergianmu
mengharukan hatiku
setiap kepergianmu
kesepian datang mendekapku.
karena aq yakin kmu pasti kembali
Label: puisi
air mataku menetes melihat kepergianmu
semua yang kulakukan untuk membuatmu tetap disini
tak dapat menahan langkahmu tuk pergi
begitu cepat kau tinggalkanku
mengakhiri cerita cinta bersamamu
cinta yang begitu kubanggakan
selalu kujaga dan kupuja
kini harus melangkah pergi
untuk sebuah kesalahan yang tak ku inginkan
apa yang ku harapkan
takkan pernah terwujud
dia membenciku, menolakku dan menjauhiku
kini tak ada lagi cinta itu
semuanya tlah terbang bersama kepingan udara
dia takkan pernah tau
bagaimana aku mencintainya
diapun takkan pernah tau
bagaimana aku merindunya
semuanya hanya untuknya
walaupun perih tetap kujalani
demi tuk mendapat setetes rasa sayangnya
cinta...
mengapa harus aku yang terluka
kau tinggalkanku dan membawa kebencian di hatimu
takkan kudapatkan lagi cinta itu
harus kurelakan dirimu, walau ku tak mau..
Label: puisi
Mentari senja telah terbenam…
Tapi cintaku padamu takan pernah habis…
Walaupun pintu untukku sudah tertutup katamu…
Aku akan tetap menunggu…
Menunggu hingga datangnya mujizat…
Mujizat?...
Itu hanyalah sesuatu yg tidak mungkin terjadi…
Kalaupun akan terjadi,itulah sesuatu yg kunantikan…
Tapi kapan?...
kapan pintu yang sudah kaw tutup itu akan kaw buka?...
Mungkin itu hanyalah mimpiku…
Mimpi yg hanya menyakiti perasaanku saja…
Perasaan yang kujaga sejak awal pertama kukenal denganmu…
Tapi pernahkah kaw sadar akan perasaanku selama ini?...
Ada satu hal yg membuatku tertarik untuk mencintaimu…
Sesuatu yg tak dimiliki oleh orang lain…
Itulah yang dinamakan Ketulusan hati…
Ketulusan Hatimu yang tak akan ada samanya…
Dahulu di saat aku sedang menghadapi masalah…
Kaw selalu ada bersamaku
untuk menyemangati dan berkata ini hanyalah awal..
Namun sekarang,di saat aku suka dan duka....
Tak satu orangpun peduli akan aku…
Aku menunggu
Hingga Pintu yang kamu tutup itu terbuka...
Menunggu,menanti,dan bersabar....
Walau Cinta itu tak dapat dipaksakan...
Tapi aku menunggumu dengan hati yang ikhlas...
Mungkin Ini yang dinamakan kebutaan...
Kebutaan seseorang akibat cinta...
Sekarang….
Aku hanya dapat mencucapkan kata maaf…
Maaf,maaf,dan berjuta maaf…
Walau tak semua masalah dapat diselesaikan dengan kata maaf…
Hanya kata maaflah yang pantas diucapkan
oleh seorang yang pernah menyakiti perasaanmu…
Seiring berjalannya waktu…
Cintaku padamu tak akan pernah pudar…
Sekalipun aku harus menunggu…
Akan kulakukan itu hanya demi Engkau yang kusayangi...
Label: puisi
Kerinduan yang slama ini terpendam
Mengalir semua dari tadi malam
Seolah masih terbayang wajahmu yang muram,
Aku terus menangis sambil menatap awan yang kelam
Hujan turun bersamaan dengan turunnya air mata
Ketika kutersadar bahwa aku sangat merindukannya
Tatapan matanya yang selalu berkharisma
Membuatku sedih dan makin tak rela,,
Kau pergi tanpa pamit Membuat dadaku jadi sempit,
Mata yang makin menyipit
Tak membuatku berhenti untuk menjerit,,
Jangan pergi!!
Tak bisa ku rasakan sepi yang menghampiri
Menunggu adalah siksaan tanpa henti
Lidahku terasa kikuk mati
Ketika tak bisa melihatmu lagi....,
Label: puisi
setelah kepergianmu,
hari-hariku menjadi sepi bersama jiwaku
lalu bila malam datang pada keheninganya
kubuka jendela yang terbuka agar sinar bulan menerpa pada hatiku.
masih terlihat dengan jelas raut wajahmu
saat kau melepas nafas kehidupan pada bumi ini.
dimana kau beri senyum untuk’ku.
lalu……..
jatuh sudah airmata
saat kau peluk dan kau cium keningku,berjuta rasa dalam diriku.
nanti bila saat pagi tiba
dan sang surya menyinari pada alam semesta
aku ingin ketempat kau terbaring pada tanah merah itu.
ku’kan mencoba untuk tak menangis di pusaramu,
tak ingin pula derai airmataku
jatuh membasahi tanah sucimu.
aku ingin menumpahkan berjuta kata-kata Doa untukmu,kekasihku.
kekasihku,ini bunga melati akan kutebarkan
pada pusaramu bersama rindu didalam diriku.
siang hari sudah berganti senja,
awan gemawan telah menjadi hitam sebentar lagi hujan’kan tiba.
langitjiwa……………….
Label: puisi
Jumpa tak sengaja
Tanpa kata kata
Mendekat membawa mata basah
kuraih tangannya
Coba tuk menghibur
Di lorong yang sunyi
Dia lepas dukanya
Saat cahaya datang
Dia terjatuh
Coba kutarik
Kutarik sekuat tenaga
Tak ada kata kata
Hanya mata yang berduka
Takut, sedih, bersembunyi
Coba kulindungi
Telapak semakin erat
Saat jalan menuju barat
Tak ada kata yang terucap
Hanya malam yang senyap
Tak ingin saling melepas
Walau sampai di ujung barat
Label: puisi
Dalam keheningan pagi kusapa cahaya
Sesaat setelah kubuka mata
Dan kutemukan dirinya tiada
Semua terasa seprti mimpi
Apa yang kemarin terjadi
Antara aku dan dia
Kita simpan sebuah cerita
Tak banyak orang bertanya
Apa hubungan kita
Karena kita buat semua rahasia
Stanza demi stanza
Melodi bermain di udara
Dalam hangatnya pagi
Bermandikan cahaya mentari
Aku masih berbaring disini, menata mimpi
Aku tak rela jika tak benar terjadi
Cerita tentang anak manusia, tentang aku dan dia
Label: puisi
Cinta tidak pernah meminta, ia sentiasa memberi, cinta membawa penderitaan, tetapi tidak pernah berdendam, tak pernah membalas dendam. Di mana ada cinta di situ ada kehidupan; manakala kebencian membawa kepada kemusnahan.~ Mahatma Ghandi
Tuhan memberi kita dua kaki untuk berjalan, dua tangan untuk memegang, dua telinga untuk mendengar dan dua mata untuk melihat. Tetapi mengapa Tuhan hanya menganugerahkan sekeping hati pada kita? Karena Tuhan telah memberikan sekeping lagi hati pada seseorang untuk kita mencarinya. Itulah namanya Cinta.
Ada 2 titis air mata mengalir di sebuah sungai. Satu titis air mata tu menyapa air mata yg satu lagi,” Saya air mata seorang gadis yang mencintai seorang lelaki tetapi telah kehilangannya. Siapa kamu pula?”. Jawab titis air mata kedua tu,” Saya air mata seorang lelaki yang menyesal membiarkan seorang gadis yang mencintai saya berlalu begitu sahaja.”
Cinta sejati adalah ketika dia mencintai orang lain, dan kamu masih mampu tersenyum, sambil berkata: aku turut bahagia untukmu.
Jika kita mencintai seseorang, kita akan sentiasa mendoakannya walaupun dia tidak berada disisi kita.
Jangan sesekali mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba. Jangan sesekali menyerah jika kamu masih merasa sanggup. Jangan sesekali mengatakan kamu tidak mencintainya lagi jika kamu masih tidak dapat melupakannya.
Perasaan cinta itu dimulai dari mata, sedangkan rasa suka dimulai dari telinga. Jadi jika kamu mahu berhenti menyukai seseorang, cukup dengan menutup telinga. Tapi apabila kamu Coba menutup matamu dari orang yang kamu cintai, cinta itu berubah menjadi titisan air mata dan terus tinggal dihatimu dalam jarak waktu yang cukup lama.
Cinta datang kepada orang yang masih mempunyai harapan walaupun mereka telah dikecewakan. Kepada mereka yang masih percaya, walaupun mereka telah dikhianati. Kepada mereka yang masih ingin mencintai, walaupun mereka telah disakiti sebelumnya dan kepada mereka yang mempunyai keberanian dan keyakinan untuk membangunkan kembali kepercayaan.
Jangan simpan kata-kata cinta pada orang yang tersayang sehingga dia meninggal dunia , lantaran akhirnya kamu terpaksa catatkan kata-kata cinta itu pada pusaranya . Sebaliknya ucapkan kata-kata cinta yang tersimpan dibenakmu itu sekarang selagi ada hayatnya.
Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dan bercinta dengan orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat, kita harus mengerti bagaimana berterima kasih atas kurniaan itu.
Cinta bukan mengajar kita lemah, tetapi membangkitkan kekuatan. Cinta bukan mengajar kita menghinakan diri, tetapi menghembuskan kegagahan. Cinta bukan melemahkan semangat, tetapi membangkitkan semangat -Hamka
Cinta dapat mengubah pahit menjadi manis, debu beralih emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh, penjara menjadi telaga, derita menjadi nikmat, dan kemarahan menjadi rahmat.
Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu, tetapi lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang dan kamu tidak pernah memiliki keberanian untuk menyatakan cintamu kepadanya.
Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang yang sangat berarti bagimu. Hanya untuk menemukan bahawa pada akhirnya menjadi tidak bererti dan kamu harus membiarkannya pergi.
Kamu tahu bahwa kamu sangat merindukan seseorang, ketika kamu memikirkannya hatimu hancur berkeping.
Dan hanya dengan mendengar kata “Hai” darinya, dapat menyatukan kembali kepingan hati tersebut.
Tuhan ciptakan 100 bahagian kasih sayang. 99 disimpan disisinya dan hanya 1 bahagian diturunkan ke dunia. Dengan kasih sayang yang satu bahagian itulah, makhluk saling berkasih sayang sehingga kuda mengangkat kakinya kerana takut anaknya terpijak.
Kadangkala kamu tidak menghargai orang yang mencintai kamu sepenuh hati, sehinggalah kamu kehilangannya. Pada saat itu, tiada guna sesalan karena perginya tanpa berpatah lagi.
Jangan mencintai seseorang seperti bunga, kerana bunga mati kala musim berganti. Cintailah mereka seperti sungai, kerana sungai mengalir selamanya.
Cinta mampu melunakkan besi, menghancurkan batu, membangkitkan yang mati dan meniupkan kehidupan padanya serta membuat budak menjadi pemimpin. Inilah dasyatnya cinta !
Permulaan cinta adalah membiarkan orang yang kamu cintai menjadi dirinya sendiri, dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kamu inginkan. Jika tidak, kamu hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kamu temukan di dalam dirinya.
Cinta itu adalah perasaan yang mesti ada pada tiap-tiap diri manusia, ia laksana setitis embun yang turun dari langit,bersih dan suci. Cuma tanahnyalah yang berlain-lainan menerimanya. Jika ia jatuh ke tanah yang tandus,tumbuhlah oleh kerana embun itu kedurjanaan, kedustaan, penipu, langkah serong dan lain-lain perkara yang tercela. Tetapi jika ia jatuh kepada tanah yang subur,di sana akan tumbuh kesuciaan hati, keikhlasan, setia budi pekerti yang tinggi dan lain-lain perangai yang terpuji.~ Hamka
Kata-kata cinta yang lahir hanya sekadar di bibir dan bukannya di hati mampu melumatkan seluruh jiwa raga, manakala kata-kata cinta yang lahir dari hati yang ikhlas mampu untuk mengubati segala luka di hati orang yang mendengarnya.
Kamu tidak pernah tahu bila kamu akan jatuh cinta. namun apabila sampai saatnya itu, raihlah dengan kedua tanganmu,dan jangan biarkan dia pergi dengan sejuta rasa tanda tanya dihatinya
Cinta bukanlah kata murah dan lumrah dituturkan dari mulut ke mulut tetapi cinta adalah anugerah Tuhan yang indah dan suci jika manusia dapat menilai kesuciannya.
Bukan laut namanya jika airnya tidak berombak. Bukan cinta namanya jika perasaan tidak pernah terluka. Bukan kekasih namanya jika hatinya tidak pernah merindu dan cemburu.
Bercinta memang mudah. Untuk dicintai juga memang mudah. Tapi untuk dicintai oleh orang yang kita cintai itulah yang sukar diperoleh.
Satu-satunya cara agar kita memperolehi kasih sayang, ialah jangan menuntut agar kita dicintai, tetapi mulailah memberi kasih sayang kepada orang lain tanpa mengharapkan balasan. (Dale Carnagie)
Label: Cinta, Kata Bijak
Di era serbaterbuka seperti sekarang ini, banyak hal di negeri kita yang masih penuh dengan teka-teki. Negeri teka-teki yang memunculkan banyak sekali misteri.
Seolah-olah rakyat tahu banyak hal, tetapi senyatanya tidak begitu. Masalah Munir, kasus Tibo, kerusuhan rasial Mei 1998, perselingkuhan pejabat dan koruptor yang berlarian ke luar negeri adalah teka-teki. Kita tahu satu aspek (misalnya, Munir memang dibunuh karena ketakutan politik), tetapi tidak tahu aspek lain (misalnya, cara menangkap otak pembunuhnya).
Kita menjadi negeri teka-teki karena tak pernah mau belajar mengelola bangsa ini benar-benar berkeadaban. Keadaban publik tidak pernah menjadi fokus bagi para elite politik untuk menata kembali moralitas bangsa. Moralitas bangsa hanyalah simbol yang dikemas rapi dalam pelbagai produk perundangan, tetapi tidak mendasari para elite berperilaku.
Kewajiban elite politik untuk menyediakan ruang publik yang sama bagi semua orang gagal karena mereka sering melahirkan kebijakan dan hukum yang membingungkan.
Manakala hukum tak mampu lagi memberikan kepastian, keamanan, kedamaian, ketenteraman, bukankah yang berlaku sama saja dengan hukum rimba? Mereka yang dijerat oleh pasal-pasal hukum baru mereka yang berkelas teri. Auktor intelektual di belakang layar masih bebas untuk memainkan berbagai skandal.
Kewibawaan hukum masih berada di bawah bayang-bayang kekuatan politik. Pasal-pasal hukum kita sedang terpenjara oleh kekuatan politik yang sekarang ini sedang berkuasa. Publik pun semakin tak berdaya menghadapi kenyataan ini.
Negeri kita hanya bisa menangkapi para pelacur—atau mereka yang diduga sebagai pelacur karena keluyuran di malam hari— tetapi tidak pernah bisa memberikan solusi konkret bagaimana agar mereka tidak melacur. Aturan ketenagakerjaan kita dibuat untuk menguntungkan pemodal, sementara buruh tetap hidup pas-pasan.
Tiga soal mendasar
Ada tiga soal mendasar yang kini jarang lagi didiskusikan. Pertama, ketidakjelasan ideologi bangsa, ketidakjelasan konsep pembangunan, serta mulai memudarnya kewibawaan kepemimpinan. Paham kebangsaan kita semakin lama semakin meredup, tidak jelas, dan makin diombang-ambingkan oleh kekuatan internasional. Akibatnya, rakyat mulai mempertanyakan apa sebenarnya yang telah diperbuat pemimpin selama ini.
Seharusnya, ketika kita menerima Pancasila sebagai ide bersama, maka hal ini akan berimplikasi kepada siapa pun pemimpinnya untuk menjalankan kebijakan dengan dasar saling menghormati, berasas pluralisme, kemanusiaan, dan persatuan yang didasari oleh keanekaragaman budaya. Lalu kedaulatan rakyat yang dimanifestasikan dalam daulat hukum harus dijunjung tinggi untuk meraih apa yang kita nyatakan sebagai keadilan ekonomi.
Pemimpin yang menjalankan lima asas ini berarti dia memiliki visi akan dibawa ke mana bangsa ini. Pemimpin yang memiliki visi dasar tersebut akan mempunyai orientasi jelas atas bangsa ini. Namun, realitasnya sedikit demi sedikit kita kehilangan pemimpin yang benar-benar teguh memegang prinsip-prinsip yang lima tersebut.
Pemimpin kita terlalu ceroboh untuk menyatakan bahwa para investor tidak mau masuk karena para buruh yang gemar unjuk rasa. Kalau mau dipahami, tidak ada yang istimewa yang dituntut buruh. Hanya kehidupan yang layak saja. Tidak perlu kehidupan mewah seperti pejabat. Namun nyatanya? Untuk kehidupan yang sangat sederhana saja, kebijakan sering tidak berpihak kepada buruh. Jadi bagaimana kita mau bersikap adil?
Krisis akan berlangsung bila para pemimpin masih ragu menegakkan moralitas bersama yang bernama Pancasila. Pancasila merupakan roh bangsa ini untuk menata kehidupan publiknya. Pancasila harus menjadi dasar hidup bersama apa pun kondisinya, siapa pun mereka yang berani menekan negeri ini.
Kalau dalam kehidupan sehari-hari kita sungguh-sungguh mengamalkan Pancasila, baik rakyat dan pemimpinnya, tidak ada alasan kita untuk terus berada di lubang krisis. Kita bisa bangkit dengan ideologi bersama. Bukan ideologi agama ataupun paham lainnya, tetapi mewujudkan Pancasila sebagai pendasaran paling ultimate sejauh ini.
Dan kita tak perlu menjadi negeri yang penuh dengan teka-teki seperti saat ini.
Tujuh huruf diawali dan diakhiri dengan huruf ketujuh, sesuatu yang biasanya
terbuat dari tanah liat, kemudian dibakar pada temperatur tertentu, yang selalu
ditaruh diatas rumah, apakah itu? Kemudian jika huruf kedua dari tujuh huruf
itu diganti dengan huruf 'a' maka akan menjadi nilai yang cocok buat penulis,
he he he apa hayoo?
Itulah contoh teka-teki yang akan selalu mengusik orang-orang yang suka
menggunakan otaknya untuk menemukan sebuah arti dari elemen-elemen yang
memungkinkan untuk disusun berdasarkan beberapa petunjuk yang telah disediakan,
dan hal itu banyak modelnya, ada yang model teka-teki silang atau yang lain.
Teka-teki adalah sebuah hal yang mampu menjadikan manusia berpengetahuan luas
serta mampu memberikan metode berfikir untuk menyelesaikan sebuah persoalan
sesulit apapun, apalagi hal itu berhadiah. Kenapa demikian? Sebab dengan
teka-teki manusia akan mencari cara untuk dapat menjawabnya, ada yang membuka
kamus, ada yang mengingat kembali apa yang pernah dibaca, atau paling tidak
akan bertanya pada orang yang dianggap tahu jawaban itu.
Dalam kehidupan kita pun ternyata penuh dengan teka-teki, teka-teki masa
depan dengan hadiah kebahagiaan, teka-teki cinta dengan hadiah keharmonisan,
teka-teki pemerintahan dengan hadiah kejayaan, teka-teki pendidikan dengan
hadiah kelulusan, bahkan teka-teki hati kekasih idaman. Dan yang terakhir itu
tentunya kita akrab kebingungan he he he, bahkan diam bermakna seribu jawaban.
Terkadang kita bisa menjawab sebuah teka-teki walau sebenarnya kita tidak
mengusai penuh masalah itu, namun terkadang kita tak mampu menjawab teka-teki
walau kita pernah mengusai secara penuh, kalau saja kerjasama diperbolehkan
tentunya jawaban dengan mudah dituliskan, itulah teka-teki dalam ujian. Dalam
kehidupan yang lebih luas kita telah bekerja sama untuk mencari solusi dari
teka-teki kemiskinan, kebodohan, pengangguran, dan berbagai hal yang tak perlu
disebutkan, namun kita masih belum bisa memberikan jawaban yang benar dan
membuahkan hasil dengan hadiah yang ditawarkan.
Belum lagi teka-teki alam semesta, kenapa matahari bersinar terang sementara
rembulan hanya memantulkan, kenapa suatu daerah kebanjiran daerah yang lain
kekeringan, kenapa satu daerah kedinginan serta daerah yang lain kepanasan,
kenapa Indonesia ijo royo-royo sementara di padang sahara begitu gersang nggak
ketulungan, tentunya hal demikian akan membuat otak serta pikiran kita hidup
untuk mencari jawaban.
Belum lagi teka-teki yang tidak dapat ditangkap oleh indera kita, teka-teki
tentang Tuhan, kehidupan setelah kematian, teka-teki Surga dan Neraka,
teka-teki jiwa, hati dan pikiran. Maka tak heran kalau orang mengatakan hidup
adalah perjuangan yang tak henti-henti, hidup adalah permainan yang sungguhan,
untuk mencari nilai, poin, hadiah dan berbagai bonus yang bisa diambil disebuah
titik yang bernama kemerdekaan. Namun jika gagal mengisikan sebuah jawaban
dengan tepat maka ganjaran yang disediakan adalah penjajahan, tumpukan hutang
yang harus dibayar, bahkan denda yang telah ditetapkan.
Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau. Dan jika
kamu beriman dan bertakwa, Allah akan memberikan pahala kepadamu dan Dia tidak
akan meminta harta-hartamu.QS.47:36
Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan
suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta
berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang
tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering
dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat ada
azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia
ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.QS.57:20
Kita memang di dunia permainan, namun kita dituntut untuk bermain yang fair
play, tidak curang, tidak menipu, diving atau melakukan pelanggaran, sebab apa
yang kita lakukan terekam kamera sejarah yang akan dapat diketahui secara
detail, dan terperinci dengan berbagai bukti dan saksi yang tak terbantahkan.
Mungkin dilapangan hanya akan mendapat kartu kuning atau merah, bahkan bisa
juga tetap aman, karena ketidakmampuan pemimpin pertandingan (wasit) melihat
kecurangan kita, atau bahkan wasitnya ada keberpihakan pada kita, tapi diluar
lapangan kita akan menemukan sebuah kebenaran dan keadilan.
Hidup kita saat ini adalah lapangan permainan, mainkan hidup ini dengan
permainan yang indah, sebab jika hanya permainan buruk yang kita mainkan, kita
akan mendapat kerugian, atau setidaknya jangan hanya permainan buruk saja yang
bermain dalam lapangan kehidupan kita, "mbok iyaho" kita tampilkan permainan
yang bagus, menarik, dan unik, terlebih kita mampu menjadikan lapangan hidup
ini penuh dengan permainan yang bagus-bagus, alangkah beruntungnya orang-orang
yang bisa demikian.
Hidup adalah teka-teki Tuhan yang harus selesaikan dan kita isi kolom-kolom
yang telah disediakan, jika tak ada jawaban diotak kita, tinggal buka saja
petunjuk Tuhan serta catatan dari orang-orang yang diberi pengetahuan dari
Tuhan, jika masih belum mendapat jawaban, bertanyalah langsung pada yang punya
kepentingan, Dia berjanji akan memberi jawaban bagi siapa saja yang
menginginkan, namun jawaban itu kadang langsung, kadang juga diundur bahkan
kadang dijawab dengan petunjuk yang harus kita lakukan. Lalu apa gunanya dengan
demikian? Tidak lain adalah agar kita menggunakan akal yang telah diberikan,
sebab jika kita bertanya jawaban teka-teki dan kita diberi kunci jawaban, yang
kita dapati adalah kebodohan.
Dan sesungguhnya Kami tinggalkan daripadanya satu tanda yang nyata
bagi orang-orang yang berakal.QS.29:35
Katakanlah: "Tidak sama yang buruk dengan yang baik, meskipun banyaknya yang
buruk itu menarik hatimu, maka bertakwalah kepada Allah hai orang-orang
berakal, agar kamu mendapat keberuntungan."QS.5:100
Orang-orang yang menggunakan akalnyalah yang mampu menyelesaikan teka-teki
kehidupan, dan orang-orang yang berakal pula yang akan mendapat keberuntungan.
Maka sudahkah kita termasuk orang-orang yang berakal??
Dari hati yang penuh cinta kasih, dari hati yang ingin membahagiakan orang lain. Dari hati yang tidak ingin merendahkan orang lain, Dari hati yang ikhlas untuk menjalin silaturrahmi, tampa balasan.Orang yang selalu tersenyum akan sering diingat, mudah untuk dikenang dan sulit untuk dilupakan. Coba saja kita tidak pernah tersenyum dalam beberapa hari, pasti tidak akan ada yang mau berteman.Saat bercermin lihatlah wajah kita, apakah wajah yang menyenangkan atau wajah yang menyebalkan. Ketampanan dan kecantikan bukan jaminan kita enak dipandang. Kecerdasan dan kejeniusan bukan jaminan kita disukai orang lain. Tanpa senyuman semuanya terasa hambar. Senyum adalah penyedap yang maha dahsyat.Manusia yang tidak pernah tersenyum selalu masuk dalam kategori kesombongan.
Sekalipun tidak bermaksud sombong, kesan sombang akan muncul dalam benak siapapun yang melihatnya.Tidak bisa tersenyum karena alasan karakter (sudah dari sananya), itu kekeliruan yang sangat besar. Karakter buruk bukan untuk dibiarkan. Rubah sekarang juga. Kalau bangga dengan karakter buruk, berarti tidak percaya dengan konsep adanya perubahan menjadi lebih baik.Kalau tidak merubah karakter diri menjadi lebih baik, bagaimana mungkin merubah karakter orang-orang disekeliling kita. Yakinlah Allah Maha Baik, Maha Merubah menjadi lebih baik bila kita mau.
Beribu orang mengatakan tentang cinta
Tapi aku meratapi dan memuskilkan cinta
Aku bertanya benarkah ada cinta
Apakah cinta itu
Apakah cinta itu nafsu belaka
Apakah cinta hanya sebuah lelucon jenaka
Apakah cinta hanya butiran air matajawablah
Benarkah cinta itu adaketika ada rasa menyatu dua hati
Apakah itu yang kau sebut cinta
CintaKetika ibu mengasih anaknya
itu pulakah yang disebut cinta
Mengapa cinta sering berlinang nestapa
bukankah cinta itu harusnya bahagia
Cinta Tanpanya tak akan ada seribu cerita
Walau beribu duka lahir karena cinta
Karena itulah cinta ada di dunia
dan aku tetap tak mengerti tentang cinta
