Dulu semua terjalin begitu indah..
Dari pengenalan menjadi pendekatan..
Dari percobaan menjadi keseriusan...
Awalnya tak mau memikirkan logika
Yang terpenting cinta telah bicara..
Tak peduli bagaimana akhirnya..
Waktupun merayap pasti..
Kebersamaan membuat kasih yang begitu dalam..
Sangat indah dan tak mungkin dilupakan...
Perbedaanpun di abaikan..
Pertentangan menjadi penghalang
Semua hancur..
Aku menangis dalam perihku..
Cinta terbesarku harus kukorbankan..
Entah demi siapa..??
Demi keluarga atau agama
Perbedaan yang tak bisa disatukan
Membuat aku dan dia terluka
sama-sama terluka..
Mengumpulkan puing-puing perjalanan cinta
Sesak dadaku mengenangnya..
Siapa yang bisa disalahkan..
Waktu yang telah mempertemukan
Ataukah aku yang tak mengindahkan logika
Aku mencintainya..
Tulus tanpa syarat apa-apa
Sedetikpun aku tak mampu bergeming
Cintaku begitu besar..
Cinta terbesar yang terjalin dalam sebuah perbedaan
Tuhan..aku cinta dia..
Haramkah kika aku mencintainya
Salahkah jika aku menyayangnya..
semuapun harus kulepaskan..
Termasuk dia..
Cintaku dan cintanya..
Tertulis hanya dalam sebuah cerita
Bukan pengukuhan dalam satu ikatan..
Berjalan sendiri
Tapi hati saling memiliki..
Kulepaskan dia...
Semoga cintaku selalu menjaganya..
Bookmark and Share
Label: puisi
Setiap kepergianmu
membawa sebagian diriku
setiap kepergianmu
membirukan kerinduanku
setiap kepergianmu
menyesakkan isakku
setiap kepergianmu
menyisakan asaku
setiap kepergianmu
setia aku menunggu
*
Don't tell me goodnight
It makes me feel so empty inside
And if only I could
I wouldn't sleep at all
Don't tell me goodnight
Just let me drift off slowly away
And dream of you
setiap kepergianmu
mengharukan hatiku
setiap kepergianmu
kesepian datang mendekapku.
karena aq yakin kmu pasti kembali
Label: puisi
air mataku menetes melihat kepergianmu
semua yang kulakukan untuk membuatmu tetap disini
tak dapat menahan langkahmu tuk pergi
begitu cepat kau tinggalkanku
mengakhiri cerita cinta bersamamu
cinta yang begitu kubanggakan
selalu kujaga dan kupuja
kini harus melangkah pergi
untuk sebuah kesalahan yang tak ku inginkan
apa yang ku harapkan
takkan pernah terwujud
dia membenciku, menolakku dan menjauhiku
kini tak ada lagi cinta itu
semuanya tlah terbang bersama kepingan udara
dia takkan pernah tau
bagaimana aku mencintainya
diapun takkan pernah tau
bagaimana aku merindunya
semuanya hanya untuknya
walaupun perih tetap kujalani
demi tuk mendapat setetes rasa sayangnya
cinta...
mengapa harus aku yang terluka
kau tinggalkanku dan membawa kebencian di hatimu
takkan kudapatkan lagi cinta itu
harus kurelakan dirimu, walau ku tak mau..
Label: puisi
Mentari senja telah terbenam…
Tapi cintaku padamu takan pernah habis…
Walaupun pintu untukku sudah tertutup katamu…
Aku akan tetap menunggu…
Menunggu hingga datangnya mujizat…
Mujizat?...
Itu hanyalah sesuatu yg tidak mungkin terjadi…
Kalaupun akan terjadi,itulah sesuatu yg kunantikan…
Tapi kapan?...
kapan pintu yang sudah kaw tutup itu akan kaw buka?...
Mungkin itu hanyalah mimpiku…
Mimpi yg hanya menyakiti perasaanku saja…
Perasaan yang kujaga sejak awal pertama kukenal denganmu…
Tapi pernahkah kaw sadar akan perasaanku selama ini?...
Ada satu hal yg membuatku tertarik untuk mencintaimu…
Sesuatu yg tak dimiliki oleh orang lain…
Itulah yang dinamakan Ketulusan hati…
Ketulusan Hatimu yang tak akan ada samanya…
Dahulu di saat aku sedang menghadapi masalah…
Kaw selalu ada bersamaku
untuk menyemangati dan berkata ini hanyalah awal..
Namun sekarang,di saat aku suka dan duka....
Tak satu orangpun peduli akan aku…
Aku menunggu
Hingga Pintu yang kamu tutup itu terbuka...
Menunggu,menanti,dan bersabar....
Walau Cinta itu tak dapat dipaksakan...
Tapi aku menunggumu dengan hati yang ikhlas...
Mungkin Ini yang dinamakan kebutaan...
Kebutaan seseorang akibat cinta...
Sekarang….
Aku hanya dapat mencucapkan kata maaf…
Maaf,maaf,dan berjuta maaf…
Walau tak semua masalah dapat diselesaikan dengan kata maaf…
Hanya kata maaflah yang pantas diucapkan
oleh seorang yang pernah menyakiti perasaanmu…
Seiring berjalannya waktu…
Cintaku padamu tak akan pernah pudar…
Sekalipun aku harus menunggu…
Akan kulakukan itu hanya demi Engkau yang kusayangi...
Label: puisi
Kerinduan yang slama ini terpendam
Mengalir semua dari tadi malam
Seolah masih terbayang wajahmu yang muram,
Aku terus menangis sambil menatap awan yang kelam
Hujan turun bersamaan dengan turunnya air mata
Ketika kutersadar bahwa aku sangat merindukannya
Tatapan matanya yang selalu berkharisma
Membuatku sedih dan makin tak rela,,
Kau pergi tanpa pamit Membuat dadaku jadi sempit,
Mata yang makin menyipit
Tak membuatku berhenti untuk menjerit,,
Jangan pergi!!
Tak bisa ku rasakan sepi yang menghampiri
Menunggu adalah siksaan tanpa henti
Lidahku terasa kikuk mati
Ketika tak bisa melihatmu lagi....,
Label: puisi
setelah kepergianmu,
hari-hariku menjadi sepi bersama jiwaku
lalu bila malam datang pada keheninganya
kubuka jendela yang terbuka agar sinar bulan menerpa pada hatiku.
masih terlihat dengan jelas raut wajahmu
saat kau melepas nafas kehidupan pada bumi ini.
dimana kau beri senyum untuk’ku.
lalu……..
jatuh sudah airmata
saat kau peluk dan kau cium keningku,berjuta rasa dalam diriku.
nanti bila saat pagi tiba
dan sang surya menyinari pada alam semesta
aku ingin ketempat kau terbaring pada tanah merah itu.
ku’kan mencoba untuk tak menangis di pusaramu,
tak ingin pula derai airmataku
jatuh membasahi tanah sucimu.
aku ingin menumpahkan berjuta kata-kata Doa untukmu,kekasihku.
kekasihku,ini bunga melati akan kutebarkan
pada pusaramu bersama rindu didalam diriku.
siang hari sudah berganti senja,
awan gemawan telah menjadi hitam sebentar lagi hujan’kan tiba.
langitjiwa……………….
Label: puisi
Jumpa tak sengaja
Tanpa kata kata
Mendekat membawa mata basah
kuraih tangannya
Coba tuk menghibur
Di lorong yang sunyi
Dia lepas dukanya
Saat cahaya datang
Dia terjatuh
Coba kutarik
Kutarik sekuat tenaga
Tak ada kata kata
Hanya mata yang berduka
Takut, sedih, bersembunyi
Coba kulindungi
Telapak semakin erat
Saat jalan menuju barat
Tak ada kata yang terucap
Hanya malam yang senyap
Tak ingin saling melepas
Walau sampai di ujung barat
Label: puisi
